umpan kecil untuk ikan yang lebih besar

Begitu banyak produk-produk lokal yang mengalami kejenuhan atau bcendrung menurun. Seperti yang pernah ditanyaka oleh ketua P3I kepada kami, kapan terakhir kali ke Ayam gr S*hart, salah satu warung yang menjadi salah satu legenda di D.IYogyakarta. Ternyata paling dekat 2 tahun yang lalu terakhir kali kami berkunjung ke warung tersebut.Mengapa warung makan yang telah memiliki nama ini tak menjadi pilihan bagi kami? kualitas ia miliki, tapi ia tak memiliki sasaran konsumen yang jelas. Atau kisah Tony jack?? ia mampu mengoperasikan, tapi apakah ia memiliki kemampuan menjual produknya seperti McD*nald? ia lupa bahwa McD*nald telah memiliki brand yang kuat dan dikenal. tentunya untuk endapatkan branding yang kuata ini melalui berbagai proses inovatif. Untuk itu, bisnis tak lagi sekedar memproduksi, tapi juga seni dalam menjual.

di era globalisasi udah nggak jamannya lagi orang cuma juala produk. udah saatnya kita mengerti konsumen, coz we`re consumen n we want to be understand (thanks for ada  band, ha3x). iya nggak.. iya nggak..? jawabnya produsen perlu belajar, mulai dari cara menyasar konsumennya ampe cara beriklan yang smart. Nah apa iya, konsumen udah bisa nerima model iklan smart? jawabnya adalah (teng.. teng..) beluuuuuuuum.Tenang.. tenang.. semua ada jalan keluarnya, biar masyarakat paham iklan yang sehat tentunya perlu di edukasi dong. gimana caranya masyarakat mau belajar? caranya kita bikin kemasan yang menyenangkan :)

belajar dari negara sebrang, Thailand, mereka mengalami kemajuan di dunia periklanannya. Ga disangka ini berawal dari program award untuk dunia periklanan di Thailand.Dengan adanya festival iklan ini bakal ngedorong industri periklanan lebih kreatif, inovatif, terarah n terdidik. Selain itu efek jangka panjangnya disinilah tempatnya ajang pertukaran informasi n penyebaran jaringan. disini bakal terjadi pertukaran uang dan kemajuan teknik periklanan.

So bisa nggak kita ngelakuin hal yang sama? bisaaaaaa.. Untuk awalnya udah pasti rugi.Tapi coba deh liat salah satu festival jazz jakarta, mereka ngaku awalnya rugi, tapi setelah beberapa tahun mereka bisa ngerasain manfaatnya. Istilahnya umpan yang kecil untuk iklan yang lebih besar. Nah dengan adanya prosesi awarding para pelaku iklan bakal kedorong untuk lebih kreatif n terarah. Intinya adalah panggung, ketika kita berdiri di panggung n menerima pengakuan dari berbagai pihak kita bakal mencapai kepusan.Nah panggung ini bakal ngedorong pelaku iklan untuk berusaha lebih baik dalam beriklan. Selain itu, ini juga bisa jadi media promosi bagi pelaku iklan n ketemu pelanggan iklan.

banyak produsen lokal yang dianggap mengganggu pertumbuhan penjualan produk global. gimana cara Hiu2x ini mengatasi teri2x di perairan? Mereka membeli produk lokal ini untuk dipelihara atau bahkan dimatikan. Well it`s business, kita ga pernah tau apa yang terjadi. Let say, produk lokal ini dibeli, lalu di listing di pasar saham. Wooooooow.. baik juga ya mereka. Eits, bentar dulu.. Ni di listing dimana? Hah ga di Indonesia, di negara pengakuisisi. Busyet kita hanya kebagian produksi tapi yang ngerasain perputaran keuangan negara lain??

Untuk itu kita perlu mempatenkan merk kita. Mahal? Tapi ini adalah modal bagi produk lokal untuk dapat bertahan dari plagiarism n serangan produk global. Entahlah pasar bebas ini untuk siapa. Sistem kapitalisme apakah berpihak bagi pelaku bisnis yang kecil? Ayo ciptakan masyarakat edukatif, saatnya salah saatnya belajar. hal terburuk dari melakukan adalah pengalaman ^^,

Published in: on June 17, 2011 at 7:14 pm  Leave a Comment  

Kenapa pengen tinggal di Indonesia?

berawal dari obrolan ala mahasiswa (ceileeeh) di warung burjo BURJOIS, ahahaha.. akhirnya kita ngobrolin soal salah satu mahasiswa korea yang lagi wajib militer di Indonesia. wajib militer?? yup, wajib militer dari Korea Selatan dah nggak kayak dulu lagi. Mereka dah improvisasi, selain wajib militer beneran, juga ada yang ke dalam bentuk pertukaran pendidikan n teknologi ke negara lain. Kalo disini doi ngajarin ilmu komputer di salah satu SMP di Magelang, sambil nyambi belajar bahasa Indonesia.

Beberapa waktu sebelumnya cah korea ini mang sempet cerita kalo dia pengen tinggal di Indonesia. Dulu sih kupikir dia pengen di Indonesia emang pengen manfaatin keahlian bahasa Indonesianya so murni nyari kerjaan, ato doi kecantol cewe Indonesia, ahahaha

Tapi… berdasarkan obrolan sehat di burjo tadi ternyata cah korea ini iri banget ama orang-orang di di Indonesia. “Ah basa-basi”, biasalah kita dateng bertamu pasti muji tuan rumahnya.. tapi ternyata sudut pandang cah korea ini beda, dia iri ama menusia-manusia di Yogya yang bisa duduk santai (misalnya di burjo *ngelirik diri sendiri) tanpa beban n mikirin hal yang berarti.

Lha di Korea.. tanya kenapa?? Ternyata pada stres mikirin persaingan dia ntara manusianya sendiri. Kok bisa? Jadi tuh di Korea nggak kaya Sumber Daya Alam nyaaa, so mereka lebih kaya ke Sumber Daya Manusia nya. Hal ini ngebuat persaingan antar manusianya tinggi banget.

Untungnya (ato malah meninabobokan?) kalo di Indonesia, karena kita kaya Sumber Daya Alam kita bisa langsung manfaatin apapun yang ada di sekitar kita. Laut kita punya, tanah yang bisa ngehasilin nangka, manggis, salak, atau durian pun ada, langit yang menyediakan hujan ataupun terang (biar bisa coklat n eksotis, ha3x), betul nggak? banyak banget kan kelebihan alam yang kita milikin. Jadinya dunia kerja bukan tujuan kita satu2xnya. So apa kita mo manjain diri dengan fasilitas Sumber Daya Alam kita??

Published in: on June 4, 2011 at 2:05 am  Comments (6)  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.